Sementara prioritas kelima adalah penguatan tata kelola pemerintahan dan kapasitas fiskal daerah. Pemerintah Provinsi NTT ingin membangun birokrasi yang lebih cepat, efektif, adaptif, dan berorientasi pada hasil melalui optimalisasi pendapatan daerah, penguatan pengelolaan aset, percepatan digitalisasi pemerintahan, dan integrasi data pembangunan.
“Kita ingin setiap kebijakan dan program dilaksanakan secara tepat sasaran, efisien, dan akuntabel,” tegas Gubernur.
Gubernur Melki juga optimistis implementasi berbagai prioritas pembangunan tersebut akan mendorong pertumbuhan ekonomi NTT menjadi lebih kuat, inklusif, dan berkualitas.
Ia menyebut pertumbuhan ekonomi NTT pada tahun 2027 diharapkan meningkat di atas capaian tahun 2025 sebesar 5,14 persen, dengan sektor konstruksi, pertanian, kehutanan, perikanan, industri pengolahan, serta akomodasi dan makanan-minuman menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi daerah.
Selain itu, Pemerintah Provinsi NTT juga menargetkan tingkat pengangguran terbuka berada pada kisaran 2,30 hingga 2,89 persen, serta menekan angka kemiskinan lebih rendah dari capaian tahun 2025 sebesar 17,5 persen.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Melki menegaskan bahwa Musrenbang merupakan forum strategis untuk menyatukan aspirasi pembangunan dari tingkat desa hingga provinsi agar selaras dengan agenda pembangunan nasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












