Proyek ini akan digarap melalui kerja sama antara pemerintah pusat, daerah, investor, dan koperasi rakyat.
Bahkan, masyarakat lokal akan dilibatkan sebagai pemilik saham dan tenaga kerja.
“Rencana pembangunan tambak garam ini akan menjadikan Rote sebagai pusat industri garam nasional. Masyarakat kami libatkan melalui koperasi, bukan perorangan, agar keuntungannya berkelanjutan,” jelas Paulus.
Selain itu, Bupati mengungkapkan bahwa musyawarah desa di 112 desa dan 7 kelurahan telah mencapai 78%, dengan target finalisasi pada 28 Mei 2025.
Proses ini akan mempercepat pembentukan Koperasi Merah Putih sebagai mitra strategis dalam proyek-proyek pembangunan.
Dengan semangat kolaborasi, efisiensi, dan transparansi, Bupati Paulus Henuk menegaskan bahwa pemerintahannya berkomitmen menutup ruang korupsi serta membangun kepercayaan publik. (**/Hendrik)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












