KR– Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kupang, Antonius H. Jawa Gili, menjelaskan bahwa Lapas Kupang berkomitmen meningkatkan akses pendidikan bagi warga binaan.
Salah satu program yang sedang berjalan adalah pendidikan sarjana untuk menjadi pendeta, yang dilakukan bekerja sama dengan Sekolah Tinggi Agama Kristen.
Ia mengatakan program ini diikuti oleh 23 warga binaan yang rutin menjalani belajar dalam empat kali seminggu.
“Kami juga sedang merencanakan kerja sama dengan Dinas Pendidikan untuk mengembangkan pendidikan paket di sini. Tapi untuk saat ini, pendidikan sarjana sudah berjalan dengan baik selama enam bulan,” ujar Antonius diruangan kejranya kepada wartawan Kamis, 16 Januari 2025.
Menurutnya selain pendidikan, Lapas Kupang juga memprioritaskan layanan kesehatan. Lapas memiliki fasilitas seperti dokter, perawat, dan rujukan kesehatan.
“Pelayanan kesehatan di sini sudah maksimal. Kami menyediakan satpas (satuan pelayanan kesehatan) untuk memastikan seluruh warga binaan mendapatkan perawatan yang mereka butuhkan,” tutupnya.












