Definisi Keperawanan yang Perlu Dipahami

Avatar photo
b239fa37 bebd 401a b48b dd8005ab1528

KR – Cerita keperawanan masih menjadi topik sensitif sekaligus penuh kesalahpahaman di tengah masyarakat.

Berbagai mitos yang beredar, mulai dari ciri fisik hingga bentuk tubuh, kerap dijadikan patokan untuk menilai apakah seorang wanita masih perawan atau tidak.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Padahal, dari sudut pandang medis, anggapan tersebut tidak dapat dibenarkan.

Seorang praktisi kesehatan dalam edukasi publiknya menegaskan bahwa sebagian besar informasi yang beredar di internet maupun media sosial terkait ciri-ciri keperawanan adalah keliru dan tidak memiliki dasar ilmiah.

Baca Juga :  Mikroplastik di Sekitar Kita: Risiko Kesehatan dan Solusi untuk Menguranginya

“Banyak sekali mitos yang beredar, seperti melihat dari bentuk mata, hidung, punggung, hingga telapak tangan. Itu semua tidak bisa dijadikan acuan medis,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa beberapa anggapan seperti ujung hidung yang kemerahan, garis telapak tangan yang cerah, atau bentuk punggung tertentu sebagai tanda keperawanan merupakan informasi yang menyesatkan.

Menurut penjelasan medis, tidak ada ciri fisik luar yang dapat secara akurat menentukan status keperawanan seseorang.

Faktor seperti bentuk tubuh sangat dipengaruhi oleh genetika, nutrisi, dan kondisi kesehatan, bukan oleh riwayat hubungan seksual.

Baca Juga :  Kesehatan Itu Mahal, Agus Tokan: Gabung di AFC, Bukan Sekadar Bisnis

“Misalnya, punggung yang lebar atau tidak, itu tergantung struktur tubuh. Tidak ada hubungannya dengan keperawanan,” tegasnya.

Hal serupa juga berlaku pada warna telapak tangan atau kondisi kulit.

Perubahan pada bagian tersebut lebih berkaitan dengan kondisi kesehatan seperti anemia, bukan indikator keperawanan.

Dalam dunia medis, istilah “perawan” sebenarnya tidak memiliki definisi baku yang pasti. Secara umum, masyarakat sering mengaitkannya dengan dua hal, yaitu:

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com

+ Gabung