-
Belum pernah melakukan hubungan seksual
-
Selaput dara (hymen) masih utuh
Namun, kedua definisi ini tidak selalu sejalan. Seseorang yang sudah pernah berhubungan seksual bisa saja masih memiliki selaput dara yang utuh, terutama jika hymen bersifat elastis.
Sebaliknya, selaput dara juga bisa robek tanpa adanya hubungan seksual, misalnya akibat aktivitas fisik seperti olahraga, jatuh, atau kecelakaan.
Untuk mengetahui kondisi selaput dara, diperlukan pemeriksaan medis oleh tenaga profesional.
Namun demikian, hasil pemeriksaan tersebut juga tidak bisa dijadikan patokan mutlak.
“Utuh atau tidaknya selaput dara bukan bukti pasti seseorang pernah atau belum melakukan hubungan seksual,” jelasnya.
Karena itu, penilaian keperawanan tidak bisa dilakukan hanya berdasarkan pemeriksaan fisik semata, apalagi dari ciri-ciri luar yang tidak ilmiah.
Edukasi yang tepat sangat diperlukan agar masyarakat tidak terus terjebak dalam mitos yang merugikan, khususnya bagi perempuan.
Stigma yang muncul akibat kesalahpahaman ini dapat berdampak pada psikologis dan sosial seseorang.
Sebagai solusi, pendekatan yang lebih rasional dan komunikatif sangat dianjurkan, terutama dalam hubungan yang serius seperti pernikahan.
“Jika ingin mengetahui, cara paling jujur adalah dengan komunikasi terbuka dan saling percaya,” tutupnya.**
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












