Jeritan yang Dijawab Cambuk

Avatar photo
IMG 20260403 WA0135

KR – Mengapa engkau mencuci tangan di hadapan kuasa yang rapuh?

Adakah kekuasaanmu sanggup menyelamatkan? Tidak…

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Engkau tiada berkuasa atas diriku,
tiada mampu mengadiliku sepenuhnya.

Namun semua telah tertulis:
mereka akan menghinaku,menjadikanku manusia paling hina di muka bumi, dan engkau menyerahkanku
untuk disalibkan.

Tubuh yang sehari-hari menyembuhkan,
kini memulai jalan sengsara.

Dari istanamu, Pilatus,
aku melangkah menuju Golgota.

Baca Juga :  SMAK St. Yakobus Lewoleba Warnai Hari Toleransi Lembata

Darah mengalir bagai anak sungai,
palang penghinaan menjadi beban di pundakku.

Oh manusia… aku menjerit, namun cambuklah jawabannya, hingga aku jatuh berulang kali.

Veronika,
engkau tergerak oleh belas kasih.
Tiada yang kupunya untuk kuberikan,
hanya wajahku yang tertinggal
sebagai tanda terima kasihku.

Dan engkau, perempuan…
mengapa engkau menangisi aku?
Tangisilah dirimu dan anak-anakmu.

Pembantaian terus berlangsung,
dalam pertaruhan dosa yang tak berkesudahan.

Baca Juga :  Berburu Berkat Jumat Agung, Ribuan Peziarah Ikuti Tradisi Cium Tuan Ma dan Tuan Ana di Larantuka

Kalian merampas milikku yang paling berharga, mencabiknya, lalu membuang undi tanpa belas. Betapa kejam,
betapa angkuh hati manusia.

Namun aku tetap mendoakanmu:

Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu …..apa yang mereka perbuat.

Aku tergantung
di antara langit dan bumi,
dari salib yang kalian hina,
aku mencurahkan
rahmat tanpa batas.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com

+ Gabung