Makna Luka Kasih Yesus di Kayu Salib

Avatar photo
Reporter : Admin
131017215553
Yesus di Kayu Salib.

KR – Renungkan cinta sejati Yesus Kristus yang rela menderita, mencurahkan darah dan nyawa-Nya di kayu salib demi keselamatan manusia.

Pelajaran kasih, pengampunan, dan kerendahan hati dalam Jumat Agung dan Kamis Putih yang menyentuh hati.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Dalam peringatan Jumat Agung, umat Kristiani merenungkan makna terdalam dari luka dan penderitaan Yesus Kristus. Luka itu bukan sekadar simbol penderitaan, tetapi bukti cinta kasih yang sempurna.

Baca Juga :  Kamis Putih dan Cinta Tanpa Syarat

Mother Teresa pernah berkata, “Mencintailah sampai engkau sungguh merasa sakit.” Itulah cinta yang diajarkan Yesus: cinta yang berkorban hingga titik darah penghabisan.

Dalam perayaan Kamis Putih, Yesus memberi teladan kasih dengan membasuh kaki para murid-Nya.

Sebuah tindakan simbolik yang kemudian dipenuhi pada Jumat Agung saat Dia mencurahkan darah-Nya untuk membasuh dosa-dosa dunia. Ini bukan sekadar cinta biasa, tapi kasih sejati yang menyelamatkan.

Yesus tidak ditangkap karena kelemahan-Nya. Dalam kisah penangkapan, ketika berkata “Akulah Dia,” para prajurit mundur dan jatuh ke tanah.

Baca Juga :  Pesan Paskah 2025 Uskup Agung Ende di Tengah Dunia yang Terluka

Bukti bahwa kuasa ilahi ada pada-Nya. Tapi karena kasih, Dia memilih menyerahkan diri, agar manusia diselamatkan.

Dalam sengsara-Nya, Yesus juga mengajarkan tentang pengampunan. Saat para murid-Nya mengkhianati dan menyangkal, Dia tetap mengampuni.

Demikian “Kita pun diajak untuk mengasihi dan mengampuni, bahkan musuh-musuh kita: suami, istri, anak, tetangga, atau rekan kerja yang mungkin pernah melukai hati.” **

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com

+ Gabung