KR – Renungkan cinta sejati Yesus Kristus yang rela menderita, mencurahkan darah dan nyawa-Nya di kayu salib demi keselamatan manusia.
Pelajaran kasih, pengampunan, dan kerendahan hati dalam Jumat Agung dan Kamis Putih yang menyentuh hati.
Dalam peringatan Jumat Agung, umat Kristiani merenungkan makna terdalam dari luka dan penderitaan Yesus Kristus. Luka itu bukan sekadar simbol penderitaan, tetapi bukti cinta kasih yang sempurna.
Mother Teresa pernah berkata, “Mencintailah sampai engkau sungguh merasa sakit.” Itulah cinta yang diajarkan Yesus: cinta yang berkorban hingga titik darah penghabisan.
Dalam perayaan Kamis Putih, Yesus memberi teladan kasih dengan membasuh kaki para murid-Nya.
Sebuah tindakan simbolik yang kemudian dipenuhi pada Jumat Agung saat Dia mencurahkan darah-Nya untuk membasuh dosa-dosa dunia. Ini bukan sekadar cinta biasa, tapi kasih sejati yang menyelamatkan.
Yesus tidak ditangkap karena kelemahan-Nya. Dalam kisah penangkapan, ketika berkata “Akulah Dia,” para prajurit mundur dan jatuh ke tanah.
Bukti bahwa kuasa ilahi ada pada-Nya. Tapi karena kasih, Dia memilih menyerahkan diri, agar manusia diselamatkan.
Dalam sengsara-Nya, Yesus juga mengajarkan tentang pengampunan. Saat para murid-Nya mengkhianati dan menyangkal, Dia tetap mengampuni.
Demikian “Kita pun diajak untuk mengasihi dan mengampuni, bahkan musuh-musuh kita: suami, istri, anak, tetangga, atau rekan kerja yang mungkin pernah melukai hati.” **
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












