KR – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menggelar konferensi pers bersama media untuk membahas refleksi organisasi serta program-program strategis yang akan dijalankan menghadapi tantangan tahun 2025.
Ketua PBNU, KH. Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), memaparkan sejumlah poin penting terkait pendidikan, ekonomi, politik, hingga program sosial keagamaan.
Di bidang pendidikan, PBNU siap mendukung pemerintah dalam inisiatif makan bergizi gratis di sekolah dan menanggapi wacana libur sekolah selama bulan Ramadan.
Selain itu, PBNU juga akan menggelar Kongres Pendidikan Nasional NU untuk mengevaluasi dan merancang strategi pengembangan ribuan lembaga pendidikan di bawah naungan NU, termasuk 13.000 taman kanak-kanak, 26.000 pesantren, 10.000 sekolah dasar dan menengah, serta lebih dari 300 perguruan tinggi.
Dalam ranah sosial, PBNU memperkenalkan Gerakan Keluarga Maslahat NU, yang selama dua tahun telah berhasil menjangkau lebih dari 2,5 juta keluarga di 10 provinsi.
Gerakan ini mencakup program pendidikan parenting, manajemen keuangan, kesehatan keluarga, dan lainnya, dengan tujuan memberdayakan masyarakat di tingkat akar rumput.
Gus Yahya juga menyoroti langkah PBNU dalam mempersiapkan SDM untuk mengelola izin tambang yang diberikan pemerintah.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.








