“Dalam aspek politik, NU menanggapi isu penghapusan ambang batas pencalonan presiden (presidential threshold) sebagai bentuk partisipasi aktif dalam kebijakan nasional,” ungkap Gus Yahya pada Jumat, 3/1/2025 di live .
Dia menambahkan bahwa Peringatan Hari Lahir Nahdlatul Ulama (Harlah NU) menjadi agenda besar dengan dua momentum, yakni 16 Rajab (16 Januari 2025) dan 31 Januari 2025.
Serangkaian acara akan berlangsung hingga 5 Februari 2025, termasuk festival keluarga Indonesia dan refleksi atas kiprah NU selama lebih dari satu abad.
Dalam tiga tahun terakhir, PBNU berfokus pada konsolidasi organisasi, meliputi tata kelola, sumber daya manusia, dan pembiayaan.
Dengan standardisasi mekanisme kerja, NU kini mampu mengelola organisasi secara lebih sistematis dan minim kontroversi, menjadikan NU semakin kuat dalam menghadapi tantangan era digital dan revolusi informasi.
“NU memiliki tanggung jawab besar terhadap umat. Dengan jumlah warga yang mengidentifikasi sebagai NU mencapai 57,6% dari populasi Indonesia, kami berkomitmen untuk terus memperkuat peran organisasi ini dalam menjawab kebutuhan masyarakat,” ujar Gus Yahya.
PBNU optimis dapat melanjutkan kiprah yang signifikan dalam membangun bangsa melalui sinergi program strategis dan penguatan internal organisasi.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.








