Rekoleksi ini mengingatkan bahwa kebangkitan Kristus bukan sekadar peristiwa sejarah, tetapi kenyataan iman yang memberi harapan dan arah hidup.
Umat diajak untuk melayani seperti Maria Magdalena, yang setelah disembuhkan, menggunakan hidupnya untuk mendukung pelayanan Yesus.
Romo Eko Wahyu juga menekankan bahwa setiap orang memiliki cara masing-masing untuk melayani.
Seperti Maria yang melayani dengan kekayaannya, umat pun dapat melayani Tuhan melalui doa, karya sosial, atau bahkan hal kecil seperti menyediakan konsumsi untuk kegiatan gereja.
Di akhir refleksi, Romo Eko mengajak umat untuk tidak terlalu terhisap oleh penderitaan hidup. Belajar mengambil jarak dari setiap peristiwa adalah cara agar kita mampu melihat lebih jernih dan tetap membuka ruang bagi harapan.
Harapan adalah pintu bagi iman untuk bertumbuh dan pengharapan adalah dasar dari kebangkitan yang sejati.**
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












