KR – Ribuan umat Katolik dari berbagai penjuru Indonesia bahkan mancanegara memadati Kota Larantuka, Nusa Tenggara Timur pada Jumat Agung, 18 April 2025, dalam rangkaian prosesi Semana Santa, bagian dari Tri Hari Suci Paskah.
Pada dini hari Jumat (Jumat Agung), suasana hening menyelimuti pintu masuk Kapela Tuan Ma. Dengan penuh kekhusyukan, ribuan peziarah berjalan perlahan sambil berlutut, sebagai bentuk pertobatan dan penghormatan mendalam, menuju altar.
Mereka mencium patung Tuan Ma (Bunda Maria) dan Tuan Ana (Yesus Kristus) sebagai wujud devosi yang telah diwariskan turun-temurun.
Tradisi Cium Tuan Ma dan Tuan Ana: Puncak Spiritualitas Semana Santa
Tradisi cium patung suci ini bukan sekadar ritual keagamaan, tetapi juga simbol kasih dan pengorbanan Yesus Kristus serta kesetiaan umat kepada Bunda Maria.
Umat percaya bahwa berkat dan pengampunan mengalir dalam setiap langkah dan tetes air mata yang mengiringi prosesi ini.
Tidak hanya umat awam, para biarawan, biarawati, dan tokoh Katolik nasional juga turut hadir dalam suasana penuh haru.
Momen ini menjadi pengingat kuat akan cinta kasih Tuhan yang menyelamatkan, sekaligus mempererat ikatan spiritual masyarakat Katolik di Indonesia.
Prosesi Laut: Patung Tuan Meninu Diarak Melintasi Teluk












