Tenda Harapan di Ujung Flores, SDI Filial Woloklibang Gelar Perkemahan Bersejarah

Avatar photo
WhatsApp Image 2025 08 13 at 22.35.42
Tarian adat Hedung mengiringi penyambutan kedatangn para tamu terhormat di SDI Filial Woloklibang.

KR – Di tengah kondisi sekolah yang masih jauh dari kata layak, semangat kebersamaan dan cinta tanah air justru membara di Desa Woloklibang.

Untuk pertama kalinya, SDI Kenari Belolong Filial Woloklibang menjadi tuan rumah apel HUT Pramuka Republik Indonesia Gugus Dua Waiwadan sekaligus membuka kegiatan bumi perkemahan perdana di wilayah ini.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Kegiatan yang digelar selama tiga hari ini berlangsung meriah, diwarnai dengan penampilan budaya lokal dan dukungan penuh masyarakat.

Salah satu sosok yang menjadi perhatian media, Yos Oker, guru inspiratif yang dikenal berjiwa muda, mudah bergaul, dan selalu memotivasi anak-anak didiknya.

Bagi Yos Oker, pramuka bukan hanya sekadar baris-berbaris atau mendirikan tenda, tetapi juga sarana untuk menumbuhkan persatuan, kolaborasi, dan rasa bangga terhadap kampung halaman.

Baca Juga :  Penjabat Wali Kota Kupang Hadiri Syukuran HUT ke 28 SKKTB dan Pembukaan Akademi Fisioterapi Tunas Bangsa Kupang

Sejak awal perta kedatangan, suasana desa sudah dipenuhi riuh tawa peserta dan warga. Denting gong dan tabuhan gendang menggema, mengiringi tarian adat Hedung, tarian khas Flores Timur yang sarat makna penyambutan tamu terhormat.

Peserta yang datang dari berbagai SD di Gugus Dua Waiwadan langsung disambut di pintu masuk desa.

Gerakan Hedung yang penuh energi, dipadukan dengan sorakan hangat masyarakat, menciptakan suasana kebersamaan yang sulit dilupakan.

“Ini pertama kalinya Woloklibang menjadi tuan rumah. Sambutan ini luar biasa, membuktikan bahwa meskipun berada di daerah yang terisolir, semangat persatuan tetap membara,” ujar Guru Yos Oker pada Rabu, 13 Agustus 2025.

Baca Juga :  Menag Kecam Penembakan di New Zealand: Tak Berperikemanusiaan!

Tahun ini, HUT Pramuka RI mengangkat tema “Kolaborasi untuk Memperkuat Persatuan Bangsa”. Tema ini sangat relevan bagi desa-desa terpencil seperti Woloklibang yang sering terabaikan dalam pembangunan.

“Kami ingin anak-anak Woloklibang punya kesempatan yang sama dengan anak-anak di kota. Kami tidak mau desa ini terisolir lagi,” tegas Yos.

Di balik kemeriahan, kondisi SDI Kenari Belolong Filial Woloklibang masih jauh dari layak. Fasilitas terbatas, bangunan sederhana, dan perlengkapan belajar yang minim menjadi tantangan besar. Namun, hal itu tak menyurutkan tekad guru dan murid untuk tetap berprestasi.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com

+ Gabung