Pertama, Live in – Para siswa membaur dengan masyarakat setempat melalui berbagai aktivitas, seperti olahraga persahabatan, renungan, doa malam, serta menginap di rumah-rumah penduduk.
Kedua, Liturgi – Para siswa mengambil bagian aktif dalam Perayaan Misa hari Minggu, baik sebagai paduan suara/koor, lektor, pemazmur, dan tugas liturgi lainnya.
“Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Sabtu dan Minggu agar tidak mengganggu jadwal Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) siswa di sekolah,” terang Pak Benediktus Bataona yang akrab disapa Pak Bento.
Program Sosialisasi Kerohanian ini tidak hanya memperkuat nilai-nilai spiritual siswa, tetapi juga meningkatkan kepedulian sosial dan kebersamaan dengan masyarakat.
“Ini menjadi agenda rutin dalam mewujudkan pendidikan yang tidak hanya berfokus pada akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan pelayanan kepada sesama,” tambahnya.
Dengan adanya program ini, SMAK St. Yakobus Rasul Lewoleba semakin menunjukan perannya sebagai sekolah berbasis keagamaan yang tidak hanya mengajarkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menanamkan nilai-nilai iman, sosial, dan pelayanan kepada masyarakat.**
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












