Sesi tanya jawab berlangsung dinamis. Peserta didik berani mengajukan berbagai pertanyaan seputar literasi dan pengaruhnya terhadap kehidupan sehari-hari.
Para guru pun turut aktif, membahas tantangan di kelas rendah khususnya kelas 1, tempat anak-anak mulai diperkenalkan dengan angka dan huruf.
Thomas Swalar mengapresiasi dedikasi para guru dalam membimbing siswa yang belum mengenal huruf dan angka.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara sekolah dan orang tua dalam membentuk kebiasaan membaca sejak dini.
Salah satu program unggulan di SDI Merdeka Lebatukan adalah pemilihan Duta Literasi yang telah berjalan selama dua tahun.
Program ini mendorong siswa untuk membaca, memahami, dan menyampaikan kembali isi bacaan dengan bahasa mereka sendiri, memperkuat kompetensi literasi dan percaya diri mereka.
Dengan visi yang jelas dan program yang konkret, SDI Merdeka terus melangkah maju dalam membangun budaya literasi demi menciptakan generasi yang cakap menghadapi era digital.
“Teruslah menatap masa depan dengan membaca, membaca, dan membaca,” tutup Thomas Swalar.(**/HN)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












