“Pertamina Energi Terbarukan menyambut baik. Begitu masuk, semua langsung berlari cepat karena seluruh dokumen dan kesiapan teknis sudah matang,” jelasnya.
Latief menegaskan bahwa LoI yang ditandatangani bukan sekadar komitmen administratif, tetapi pendanaan nyata sebesar 11 juta dolar (setara Rp 275 miliar) untuk memulai FEED, pengujian turbin, dan konstruksi awal.
LoI ini ditandatangani langsung oleh Dirut PPI, John Anis, dan disaksikan oleh Dubes RI untuk Belanda,Mayerfas.
Pendanaan ini merupakan bagian awal dari total investasi lebih dari US$ 200 juta yang disiapkan dalam struktur pendanaan bersama Invest International dan FMO.
Pada 25 November 2025, tim Tidal Bridge, Pertamina, PLN, FMO, dan Invest International menyaksikan langsung uji simulasi arus laut di laboratorium Deltares, fasilitas kelautan terbesar di Eropa yang setara dua lapangan sepak bola dan memiliki simulasi laut & sungai skala raksasa.
Hasil teori awal memperkirakan produksi 100 GWh/tahun, namun uji laboratorium menunjukkan potensi mencapai 130 GWh/tahun, atau 30% lebih tinggi dari perhitungan awal.
“Ini sangat mengejutkan semua pihak, termasuk tim Pertamina. Mereka tidak menyangka fasilitas laboratorium dan hasil validasinya sebesar ini,” ujar Latief.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












