Isu ijazah Palsu Mantan Presiden Jokowi Kembali Mencuat dan Diduga Ada Motif Politik

Avatar photo
Reporter : Hendrik
20220503 Presiden Joko Widodo
Mantan Presiden Joko Widodo. (Foto istimewa)

“Ini seperti permainan karambol. Sasarannya Jokowi, tapi efeknya bisa mental ke Prabowo juga,” katanya.

Analis politik Adi Prayitno menyebut bahwa aktor-aktor yang mengangkat isu ini adalah kelompok yang sejak awal kritis terhadap Jokowi.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

“Mereka ingin mendowngrade citra Jokowi, agar terlihat bahwa dia bukan pemimpin ideal seperti yang selama ini dipercaya publik,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa serangan ini tak hanya soal ijazah. “Soal SMK, proyek infrastruktur, dan lainnya juga kerap disorot.

Baca Juga :  Yusinta Ningsih Nenobahan Bantah Fitnah Penipuan Proyek Rp7 Miliar

Ini upaya mendeligitimasi Jokowi, meski faktanya ia telah menjabat dua periode sebagai presiden melalui proses demokrasi yang sah.”

Presiden Jokowi sempat menunjukkan ijazahnya kepada sejumlah wartawan, dengan catatan tidak boleh direkam atau difoto.

Hal ini menuai berbagai spekulasi lanjutan. Beberapa pihak menganggap langkah ini justru memperpanjang polemik.

“Jika ingin menyelesaikan secara tuntas, jalur hukum adalah satu-satunya cara,” kata Adi.

Baca Juga :  Polda Sumut Rekonstruksi 57 Adegan Kebakaran Rumah Wartawan Di Karo

Meski demikian, Adi mengingatkan bahwa Pilpres telah usai dan posisi Jokowi sebagai presiden sudah final dalam sejarah politik Indonesia.

“Mengejar keabsahan ijazah saat ini tak akan mengubah apapun secara hukum dan politik,” tegasnya.

Ia berharap jika spekulasi ini ingin dihentikan, maka pengadilan adalah jalan yang sah dan pasti. Baik Jokowi maupun pihak yang menuduh memiliki hak dan kewajiban untuk membuktikan argumen masing-masing secara adil dan terbuka.**

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com

+ Gabung