Indeks

Rapat Wagub Johni Asadoma dan Komisi IX DPR RI: Imigrasi Siapkan Paspor Rp0 dan BPJS Siapkan Beasiswa Rp174 Juta untuk PMI

Reporter : Ivan Wuran
IMG 20260924 WA0020
Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma dengan Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi IX DPR RI yang dipimpin Wakil Ketua Komisi IX Charles Honoris, di Ruang Rapat Gubernur NTT, Kupang, Kamis (24/9/2026).//foto.dok.Biro Adpim. NTT

Sejumlah faktor turut mendorong warga bekerja ke luar negeri, antara lain kondisi ekonomi, dampak perubahan iklim terhadap sektor pertanian, keterbatasan lapangan kerja lokal, tuntutan adat istiadat, hingga konflik politik lokal.

“Dalam tiga tahun terakhir, BP3MI NTT mencatat telah memulangkan 911 PMI terkendala. Pemulangan tersebut mencakup PMI yang menghadapi persoalan hukum, mengalami sakit, hingga pemulangan jenazah. Wilayah dengan jumlah pemulangan terbesar antara lain Flores Timur, Malaka, Timor Tengah Selatan, Ende, Lembata, Sikka, Belu, hingga Sumba,” ujar Suratmi Hamida.

Tingginya angka kematian PMI di luar negeri juga menjadi perhatian. BP3MI mencatat sekitar 90 persen jenazah PMI yang dipulangkan meninggal di luar fasilitas kesehatan. Salah satu penyebab yang disampaikan adalah penyakit degeneratif, termasuk gagal ginjal, yang dikaitkan dengan pola kerja berat, kurang konsumsi air putih, serta pola hidup tidak sehat.

Terkait pengawasan, Suratmi menyebut tantangan geografis NTT yang memiliki banyak pintu keluar melalui bandara dan pelabuhan laut, serta fasilitas layanan seperti Balai Latihan Kerja (BLK) yang masih terkonsentrasi di Kota Kupang.

Untuk menekan migrasi non-prosedural secara berkelanjutan, BP3MI NTT mendorong dukungan pemerintah pusat, antara lain melalui peningkatan anggaran sosialisasi dan edukasi, penguatan fasilitas pemulangan, dukungan anggaran serta moda transportasi penjemputan antarpulau hingga kabupaten/kota asal.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com

+ Gabung

Exit mobile version