KR – Kuasa Hukum Yusinta Ningsih Nenobahan (YNS), Fransisco Bernando Bessi, menanggapi sejumlah pernyataan di media sosial dan laporan polisi di Polda Metro Jaya dari kuasa hukum terlapor
Dalam keterangan resminya pada Selasa, 7 Oktober 2025, Fransisco menegaskan bahwa laporan tersebut merupakan bagian dari proses demokrasi hukum yang sehat.
“Kami siap memenuhi panggilan penyidik, baik di Polda Metro Jaya, Polres, atau di mana pun. Kami akan memberikan keterangan lengkap dengan data-data yang akurat,” tegas Fransisco.
Ia juga menjelaskan bahwa setelah proses pemeriksaan dan BAP, pihaknya akan menyampaikan hasilnya secara terbuka kepada publik dengan melibatkan semua media.
Fransisco menguraikan, dalam pernyataan sebelumnya pada hari Jumat, (2/10) terdapat tiga poin penting:
1. Statement resmi dari kuasa hukum Yusinta Ningsih Nenobahan (YNS).
2. Pernyataan langsung dari kliennya, Yusinta Ningsih.
3. Klarifikasi terhadap pernyataan kuasa hukum pihak terlapor.
Fransisco mengingatkan agar semua pihak lebih bijak menilai isi berita, bukan sekadar melihat judulnya.
“Ini yang penting nih, lihat berita itu dari isi kontennya, bukan dari judulnya. Memfitnah sesama rekan pengacara itu tidak bagus,” tegas Fransisco.
Ia menilai tindakan menyerang pribadi atau merendahkan rekan seprofesi sebagai sesuatu yang tidak profesional dan mencerminkan sikap hukum yang buruk.
“Sebagai contoh, menyerang hal yang tidak profesional itu tidak baik. Kamu sendiri saja sekolah sampai depan pintu pagar, bos. Tidak terukur, sementara saya sangat terukur. Cek saja rekam jejak saya, tidak pernah bermasalah dengan hukum,” ujarnya dengan nada tegas.
Fransisco juga menyindir balik pernyataan pihak lain yang menurutnya tidak memiliki dasar kuat.
Ia menilai bahwa justru tim lawan yang memberikan keterangan ke Polda Metro Jaya menunjukkan siapa yang sebenarnya gentle dan fokus pada proses hukum yang sah.
“Justru tim kamu yang memberikan keterangan di Polda Metro Jaya. Itulah rekam jejak pengacara yang sebenarnya, fokus pada laporan polisi, bukan hal lain-lain,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa dirinya tidak mencari popularitas atau “panggung” dalam setiap perkara yang ditanganinya.
“Untuk rekan-rekan yang di sana, saran saya belajarlah. Kita tidak sedang mencari proses panggung. Saya hanya fokus pada perkara yang saya tangani,” ujarnya.
Kuasa hukum yang dikenal tegas ini juga memastikan bahwa pihaknya akan menyampaikan seluruh bukti dan fakta hukum secara terbuka, agar publik bisa menilai secara objektif.
“Kami akan menyampaikan semua bukti agar publik tahu menilai dengan benar,” pungkasnya.
Lebih lanjut, ia mengecam keras tuduhan yang menyeret nama kliennya dalam isu dugaan penipuan proyek fiktif senilai Rp7 miliar yang disebut-sebut mengatasnamakan Kementerian Pertahanan (Kemenhan).
“Kami akan hadirkan semua bukti agar publik bisa menilai secara objektif. Fitnah semacam ini harus dilawan dengan data, bukan opini,” tutupnya.
Reporter: HN/Tim
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












