Tanjung Kolisia, Kafe Eksotis Menyapa Kupang Lewat Aroma Kopi Flores, Kuah Asam dan Tuna Bakar khas Maumere

Reporter : Ivan Wuran
Pemilik Cafe Tanjung Kolisia, Andyka Erwin Naing, saat di wawancarai KabarTimor.com di Kafe Tanjung Kolisia Cabang Kupang miliknya di Jalan Palapa, samping Bulog NTT, Depan Diskominfo NTT, Sabtu (10/10/2026). ( Foto dok. Ivan Wuran/KabarTimor.com)

Meski demikian, menu utama tetap mengandalkan hasil laut khas NTT, yakni tuna bakar dan ikan kuah asam.

“Menu utama sekarang adalah tuna bakar, ada rahang tuna dan isi tuna, serta ikan kuah asam. Kita harus bersyukur hidup di NTT, kita bisa menikmati tuna dengan murah. Di sini Rp30 ribu sudah bisa makan tuna, sementara di Jepang harganya bisa sangat mahal,” ungkap Andyka.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Menu Nasi Ikan Kuah Asam dan Nasi Tuna Bakar dibanderol dengan harga Rp30.000 per porsi lengkap dengan nasi. Selain itu ada juga kopi Flores.

Baca Juga :  Kredit Komersil Umum Bank NTT, Jembatan Cinta untuk Pertumbuhan Usaha

*Bertahan di Tengah Daya Beli yang Menurun*

Andyka tidak menampik bahwa kondisi ekonomi saat ini mempengaruhi bisnis kuliner di Kupang.

“Untuk pasar kafe di Kupang saat ini, kita harus jujur bahwa ekonomi sedang tidak baik-baik saja. Puji Tuhan kita masih bisa bertahan,” ujarnya.

Menurutnya, penurunan omzet bukan disebabkan oleh kualitas rasa, melainkan karena perubahan perilaku konsumen.

Baca Juga :  Cara Buat Status WhatsApp di Semua HP Android Pakai Musik

“Permintaan menurun karena memang orang tidak pegang uang. Orang lebih memilih makan di rumah ketimbang di kafe. Padahal harga di sini sangat standar, tidak mahal,” tutup Andyka.

 

( ran )

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com

+ Gabung