Daerah  

Wali Kota di Festival Oeba: Budaya Bukan Warisan, Tapi Pinjaman dari Anak Cucu

Avatar photo
Reporter : Ivan Wuran
IMG 20260918 WA0045 1
Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo di Festival Budaya Oeba, Rabu (16/9/2026)

Ukurannya, kata dia, ada pada pendidikan, kesehatan, kebersihan, toleransi, dan ruang kreasi warga.

Kedua, soal cara pandang terhadap budaya. Christian meminta warga mengubah mindset dari sekadar warisan menjadi pinjaman.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Budaya itu bukan hanya warisan dari leluhur kita, tapi pinjaman dari anak cucu kita. Kalau kita berpikir ini hanya warisan, kita suka-suka pakainya. Tapi kalau ini pinjaman, kita wajib menjaganya baik-baik karena suatu hari mereka akan memintanya kembali,” ujarnya.

Baca Juga :  Kades Raimataus Donatus Kembali Salurkan BLT-DD Kepada 29 Penerima Manfaat, Berikut Rinciannya

Ia menilai Oeba adalah miniatur Kupang, di mana semua agama, etnis, dan suku hidup berdampingan. Keberagaman itu harus jadi kekuatan.

Keberagaman di Kota Kupang bukan jadi penghalang, tetapi jadi kekuatan. Bukan menjadi jarak pemisah, melainkan jembatan. Harmoni itu bukan berarti harus sama atau seragam, tapi kita bisa menjaga keseimbangan,” katanya.

Baca Juga :  Strategi Rekayasa Lalu Lintas Arus Balik Lebaran 2025

Ketua Panitia, David C. Octovianus, mengatakan festival ini tidak hanya untuk pelestarian, tapi juga pemberdayaan. Selain pentas seni, panitia menghadirkan pasar UMKM untuk menggerakkan ekonomi warga serta pelayanan PBB-P2 dan cek kesehatan gratis.

Panitia menyampaikan terima kasih kepada Pemkot Kupang, para donatur, dan warga Oeba yang telah bergotong royong menyukseskan festival tahun kedua ini.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com

+ Gabung