Wagub juga menyampaikan bahwa pemerintah sedang melakukan pendataan dan penilaian terhadap seluruh kerusakan rumah warga akibat gempa. Pendataan tersebut penting untuk menentukan bentuk penanganan dan bantuan sesuai tingkat kerusakan masing-masing rumah.
“Saya melihat di desa ini juga ada rumah yang sudah rusak dan tidak bisa ditempati lagi. Bapa mama bersabar dulu. Pemerintah sedang berupaya mendata semua kerusakan yang diakibatkan gempa ini,” jelasnya.
Menurut Wagub, rumah warga yang mengalami kerusakan akan dinilai oleh tim teknis untuk menentukan kategori kerusakan, baik rusak ringan, rusak sedang maupun rusak berat.
“Kalau rumahnya rusak ringan dan rusak sedang, akan diberikan bantuan dana yang dapat digunakan untuk memperbaiki kembali rumah. Khusus untuk rumah yang rusak berat, pemerintah akan membangun kembali rumah tersebut dengan konstruksi yang diharapkan lebih tahan terhadap gempa,” katanya.
Pastikan Pendidikan Anak Tetap Berjalan
Dalam dialog dengan masyarakat, Wagub NTT juga menerima masukan terkait keberlanjutan pendidikan anak-anak yang terdampak gempa. Kondisi gempa susulan dan kekhawatiran masyarakat terhadap keamanan bangunan sekolah menjadi perhatian pemerintah.
Menanggapi hal tersebut, Wagub mengatakan Pemerintah Provinsi NTT akan berkoordinasi dengan BPBD dan pemerintah kabupaten untuk menyiapkan tenda darurat yang dapat digunakan sebagai ruang belajar sementara apabila kondisi belum memungkinkan bagi anak-anak untuk kembali belajar di gedung sekolah.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












