KUPANG, kabartimor.com– Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, sejak hari pertama terjadinya gempa, Sabtu 15 Agustus 2026 melonggarkan pembatasan pembelian BBM bersubsidi bagi kendaraan luar NTT di tujuh kabupaten terdampak gempa bumi Flores.
Langkah ini diambil untuk memastikan mobilitas masyarakat, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, relawan, serta kendaraan pendukung penanganan bencana tetap berjalan selama masa tanggap darurat.
Gempa Flores sendiri terjadi pada Sabtu 15 Agustus 2026. Menanggapi hal itu, Gubernur langsung mengambil kebijakan
“Sejak hari pertama terjadinya gempa Flores, sudah saya perintahkan untuk direlaksasi di seluruh Flores terkait penanganan gempa,” kata Gubernur Melki Laka Lena saat Rapat Paripurna DPRD NTT, Senin (24/8/2026).
Menurut Gubernur, kondisi kedaruratan membutuhkan respons cepat dan fleksibilitas kebijakan. Aturan yang berlaku dalam situasi normal tidak boleh menghambat proses evakuasi, distribusi bantuan, pelayanan kesehatan, dan mobilisasi tenaga kemanusiaan.
Relaksasi ini merupakan penyesuaian kebijakan dalam kondisi darurat, bukan pencabutan permanen. Kelonggaran BBM bersubsidi hanya berlaku selama status tanggap darurat di tujuh kabupaten terdampak.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
