KUPANG, kabarTimor.com — Anggaran Rp80 miliar sudah disiapkan negara di Jakarta. Namun 244 Kepala Keluarga (KK) penyintas erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur hingga hari ini masih harus bertahan di hunian sementara (Huntara), Desa Konga, Kecamatan Titehena.
Kepastian itu terungkap dalam rapat percepatan pembangunan yang membahas Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dan Hunian Tetap (Huntap) bagi masyarakat terdampak erupsi Lewotobi Laki-laki.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruar Sirait menegaskan, Pemerintah Pusat telah menyiapkan dukungan anggaran sekitar Rp80 miliar untuk pembangunan 244 unit Huntap bagi para penyintas Lewotobi Laki-laki.
Menteri PKP meminta agar persoalan lokasi segera diselesaikan sehingga dukungan anggaran yang telah tersedia dapat segera ditindaklanjuti dengan pembangunan fisik.
“Kasihan, sampai saat ini masyarakat di Flores Timur yang terdampak erupsi Lewotobi Laki-laki masih di Huntara. Secepatnya harus dibangun, anggarannya sudah ada,” ujar Maruar.
Menanggapi hal tersebut, Gubernur NTT Melki Laka Lena memastikan Pemerintah Provinsi NTT akan segera menuntaskan aspek teknis yang menjadi kewenangan pemerintah daerah, khususnya terkait kesiapan lokasi dan kebutuhan pendukung pembangunan Huntap.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












