Ia juga menegaskan bahwa DPRD NTT tidak hanya fokus pada infrastruktur jalan dan jembatan, tetapi juga sekolah-sekolah yang mengalami kerusakan akibat bencana.
Menurut Politisi dari Fraksi PKB ini bahwa kolaborasi antara pemerintah kabupaten, provinsi, dan pusat sangat diperlukan agar proyek infrastruktur dapat dibiayai sesuai dengan skala prioritas, baik melalui APBD kabupaten, APBD provinsi, maupun APBN.
Lebih lanjut, Ana menekankan pentingnya pendekatan yang bijaksana dalam menangani persoalan ini.
“Masyarakat memang sudah di titik puncak kesabaran, tetapi kita perlu kehati-hatian dalam mengeksekusi program. Kita harus melihat persoalan ini dengan hati dan kasih, bukan dengan emosi,” tambahnya.
Dengan rencana pertemuan dengan pemerintah pusat, diharapkan ada titik terang terkait pengaspalan Jalan Trans Ile Boleng yang telah lama dinantikan masyarakat. **
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












