Prof. Adrianus memaparkan tiga pilar utama yang menjadi dasar transformasi pendidikan tinggi di wilayah LLDIKTI XV:
1. Kualitas Kontribusi SDM dan Riset Berdampak:
LLDIKTI Wilayah XV akan mendorong perguruan tinggi untuk menghasilkan riset yang berdampak langsung pada masyarakat.
Riset ini diharapkan dapat menjadi solusi bagi masalah sosial, seperti kemiskinan dan stunting, yang masih menjadi tantangan besar di NTT.
2. Kampus sebagai Pusat Pertumbuhan Ekonomi:
Perguruan tinggi di NTT harus dapat berperan aktif dalam menciptakan lapangan pekerjaan dan mempercepat pembangunan ekonomi di daerah.
Kampus diharapkan menjadi tempat inovasi dan kolaborasi antara dunia akademik dan industri untuk menciptakan peluang ekonomi baru.
3 Akselerator Kebijakan Strategis Sektor Pendidikan Tinggi:
LLDIKTI akan memastikan bahwa kebijakan pendidikan tinggi yang ada dapat diimplementasikan dengan efektif, dengan melibatkan pemerintah daerah dan mitra terkait, termasuk BUMN dan sektor swasta.
Prof. Adrianus menjelaskan bahwa salah satu program strategis yang telah dijalankan adalah Kota Bangsa.
Program ini melibatkan perguruan tinggi, termasuk Universitas Brawijaya Malang, Universitas Muhammadiyah Malang, Universitas Nusa Cendana (Undana), dan Universitas Katolik Widya Mandira Kupang.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












