Berdasarkan keterangan yang diperoleh, E.E dikenal sebagai seorang petani yang tidak memiliki masalah pribadi dan korban dikenal sebagai petani yang tekun dan sering bekerja memetik cengkeh saat musim panen. Saat ini korban pun diterima oleh keluarga sebagai musibah.
Anak korban, Markus Moa (36), menyampaikan pernyataan resmi kepada pihak kepolisian, dan keluarga memutuskan untuk tidak melakukan autopsi.
“Saat ini, jenazah telah disemayamkan di rumah duka di Baowunut, Desa Munerana, Kecamatan Hewokloang, Kabupaten Sikka”.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati saat bekerja, terutama ketika memanjat pohon-pohon tinggi seperti cengkeh. Kasus ini menjadi pengingat pentingnya keselamatan dalam bekerja.
Sumber: Tribratanewssikka
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












