Hutan, sungai, laut, tanah, ekosistem, satwa, dan keanekaragaman hayati dipandang sebagai bagian dari komunitas kehidupan yang perlu dihormati, dilindungi, dan dijaga keberlanjutannya.
Dalam konteks tersebut, WALHI NTT mendorong agar kepentingan generasi mendatang menjadi bagian penting dalam hukum, kebijakan, dan pengambilan keputusan pembangunan.
Tema “Dari Tapak untuk Keadilan Antargenerasi” dimaknai sebagai refleksi atas jejak perjuangan petani, nelayan, masyarakat adat, perempuan, dan orang muda yang mempertahankan ruang hidup serta lingkungan di wilayah masing-masing.
WALHI menilai keputusan pembangunan yang diambil hari ini akan menentukan kualitas lingkungan hidup generasi mendatang. Karena itu, pemenuhan kebutuhan generasi sekarang tidak boleh mengorbankan hak generasi berikutnya untuk menikmati lingkungan hidup yang baik dan sehat.
Rilis tersebut juga menyinggung Deklarasi Sumba yang menegaskan hak generasi mendatang untuk mewarisi bumi yang layak huni.
*TAP MPR IX/2001 Jadi Rujukan Tata Kelola Sumber Daya Alam*
WALHI NTT mendorong agar gagasan keadilan ekologis dan keadilan antargenerasi tidak berhenti sebagai wacana moral, tetapi diterjemahkan ke dalam kerangka hukum dan kebijakan yang konkret.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












