Daerah  

Nagekeo Bergerak: Saat Koperasi Menjadi Jalan Pulang bagi Rakyat

Avatar photo
WhatsApp Image 2025 07 21 at 18.29.27
Wakil Bupati Nagekeo, Gonzalo Muga Sada saat menyampaikan komitmen Pemda terhadap koperasi sebagai poros pembangunan desa.

Dengan target 20 tenaga kerja per desa, total 2.260 lapangan kerja langsung tercipta, memperpendek rantai distribusi, dan menghindarkan warga dari pinjaman online dan rentenir.

Vinsensius Adrian Gouda Wogo SH. MHum, Ketua KMP Kelurahan Danga mengatakan sejarah koperasi di Indonesia bukan baru. Bung Hatta menyebut koperasi sebagai “alat perjuangan ekonomi rakyat.”

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Namun, semangat itu sempat redup oleh dominasi pasar bebas. Kini, Nagekeo menghidupkan kembali semangat tersebut.

Baca Juga :  HIMAPALA UMK Temui Wali Kota Kupang, Bahas Lomba Lintas Alam dan Penanganan Sampah

“Kami lihat koperasi sebagai instrumen kemandirian,” kata Vinsensius menegaskan bahwa pembiayaan pembangunan desa tidak harus bergantung pada APBN/APBD, tetapi bisa melalui koperasi.

Lurah Danga, Johanes Lado, menyebut koperasi sebagai “Gerakan orang miskin menolong orang miskin.”
Menurutnya, koperasi punya peran strategis seperti Menyediakan sembako murah, Memperkuat UMKM, Menyalurkan produk lokal ke pasar luas

Baca Juga :  Pilkada Nagekeo 2024: Arah Perubahan Baru

“Petani adalah real investor ketahanan pangan. Sudah saatnya koperasi menjadi pelindung mereka,” tegasnya.

Di Desa Utetoto, Kecamatan Nangaroro, Kepala Desa Ignasius Dita mempersiapkan koperasi sebagai offtaker utama hasil pertanian warga.

Tak hanya itu, koperasi juga menjadi solusi menghindari jerat pinjaman online yang melumpuhkan banyak generasi muda.

“Dengan koperasi, kita beri akses modal yang adil dan berbasis solidaritas,” tutupnya.

Reporter : HN/Nagekeo

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com

+ Gabung