Debora juga menyoroti masih adanya sekolah-sekolah di Sumba Timur yang bangunannya rusak, bahkan sebagian terbuka di sisi kiri dan kanan.
Kondisi ini menurutnya bertolak belakang dengan semangat Merdeka Belajar yang seharusnya dirasakan merata di seluruh wilayah.
Bagi Debora, kemerdekaan pendidikan bukan hanya soal kebebasan metode belajar, tetapi juga soal pemerataan akses dan fasilitas pendidikan.
Ia mengapresiasi adanya sekolah baru di daerah pedalaman yang mempersingkat jarak tempuh siswa, namun mengingatkan bahwa peningkatan kualitas guru juga harus menjadi prioritas.
“Tenaga pendidik yang berkualitas akan memotivasi siswa untuk belajar, walau sarana prasarana masih terbatas. Semangat mereka harus dijaga, jangan sampai kendor,” tambahnya.
Ke depan, Debora mendorong agar setiap pengusulan program pendidikan menggunakan skala prioritas berdasarkan kebutuhan nyata di lapangan.
Ia menegaskan tidak akan menjanjikan hal di luar kewenangannya, namun akan memperjuangkan setiap aspirasi yang masuk akal dan mendesak.
“Saya tidak mau memberi janji yang tidak bisa saya realisasikan. Tapi saya akan berjuang untuk setiap kebutuhan yang memang penting bagi dunia pendidikan di NTT,” tutup Debora.
Reporter: Hendrik/Tim
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












