Daerah  

Melki Laka Lena Resmikan KKPD & OVOP: NTT Menuju Provinsi Mandiri dan Berdaya Saing

Avatar photo
Screenshot 20250527 233515 Gallery 768x503 1

Program One Village One Product (OVOP), yang turut diluncurkan, menjadi bagian tak terpisahkan dari strategi pembangunan ekonomi desa.

Gubernur Melki menekankan bahwa OVOP bukan sekadar slogan satu desa satu produk, namun merupakan gerakan sosial, ekonomi, dan budaya yang berkelanjutan.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

“Setiap desa didorong mengenali dan mengembangkan produk unggulannya berdasarkan inovasi dan kearifan lokal. OVOP bukan hanya satu desa satu produk, tapi pusat kebangkitan ekonomi desa,” tegasnya.

Baca Juga :  NTT Jadi Tuan Rumah Indonesia Pasifik Cultural Sinergi 2025

Gubernur juga menyampaikan bahwa OVOP NTT akan menjadi landasan kuat dari Gerakan Beli Produk NTT, yang bertujuan menjadikan desa sebagai pusat inovasi dan produksi.

NTT dikenal memiliki kekayaan alam melimpah seperti sabana, laut, sumber daya energi terbarukan, dan potensi wisata bahari Laut Sawu.

Potensi ini akan dioptimalkan melalui sinergi antara KKPD dan OVOP, menjadikan NTT sebagai provinsi mandiri dan berdaya saing tinggi.

Baca Juga :  Natal Oikumene 2024, Melki Laka Lena Siapkan Rp500 Juta untuk Desa di NTT

Dengan dukungan berbagai program pembangunan dan partisipasi masyarakat, pemerintah optimistis bahwa NTT akan bangkit sebagai lokomotif ekonomi wilayah timur Indonesia, yang tidak hanya kuat di dalam negeri, tetapi juga diperhitungkan di tingkat internasional.

“OVOP menjadi dasar dari Gerakan Beli Produk NTT, menjadikan desa sebagai pusat produksi dan inovasi, bukan sekadar tempat tinggal,” pungkas Gubernur Melki Laka Lena. (**/NL)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com

+ Gabung