Daerah  

May Day! Diskusi Hari Buruh, Gubernur NTT Ajak Buruh Naik Kelas Jadi Pengusaha 

Avatar photo
Reporter : Ivan Wuran
IMG 20260502 WA0015
Gubernur Nusa Tenggara Timur, Melki Laka Lena saat menyampaikan arahan dalam diskusi tripartit memperingati Hari Buruh Internasional (May Day) di Aula Rumah Jabatan Gubernur NTT, Jumat (1/5/2026)

“Kita dorong para pekerja naik kelas jadi pengusaha. Biarlah para pengusaha muncul dari kalangan pekerja sendiri. Kita ingin melahirkan pengusaha-pengusaha yang mampu mengolah potensi NTT menjadi nilai tambah yang berputar di daerah kita sendiri,” tegas Gubernur.

Dalam sesi dialog, persoalan klasik ketenagakerjaan di NTT mengemuka, terutama mengenai ketiadaan kontrak kerja. Kasus seorang pekerja sektor distribusi yang tidak memiliki kontrak tertulis dan jaminan sosial menjadi potret permasalahan yang masih kerap terjadi.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Menanggapi hal tersebut, pihak KSBSI NTT mengungkapkan bahwa sekitar 80-90% perusahaan di NTT disinyalir tidak membuat perjanjian kerja tertulis. Hal ini menempatkan pekerja pada posisi yang rentan, baik dari sisi upah maupun perlindungan sosial.

Baca Juga :  Pemprov NTT Bentuk 5 Tim Percepatan, Fokus Ekonomi Rakyat 

Kepala Biro Hukum Setda Provinsi NTT, Oder Maks Sombu, menegaskan bahwa setiap hubungan kerja, baik yang bersifat lisan maupun tertulis, wajib diikat dengan perjanjian kerja. Kontrak inilah yang menjadi instrumen hukum utama untuk menjamin hak dan kewajiban kedua belah pihak.

“Saya mengimbau setiap pengusaha, bahkan untuk skala usaha kecil seperti restoran sekalipun, untuk tertib administrasi dan membuat ikatan kontrak kerja. Hal ini wajib dilakukan agar hak dan kewajiban pemberi kerja serta pekerja terjamin sesuai aturan yang berlaku,” ujar Oder Maks Sombu.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com

+ Gabung