Lapak Rp 20 Ribu di CFD Kupang dan PR Literasi 15 Tahun OJK

Reporter : Ivan Wuran
IMG 20261021 073701
Potret UMKM ultra mikro di CFD Kupang: lapak mewarnai Rp 20 ribu milik Mama Vallo yang menghadapi tantangan literasi keuangan, belum memisahkan keuangan usaha-pribadi dan rentan tawaran pinjol ilegal. Potret ini relevan dengan 15 tahun OJK (22 November 2011) dalam mendorong literasi dan inklusi keuangan melalui TPAKD di NTT, khususnya program Kredit Melawan Rentenir (KPMR) dan Laku Pandai agar sampai ke pelaku usaha paling kecil.(Foto.Dok.kabartimor)

Persoalan dompet campur dan takut pinjol inilah yang menjadi potret nyata pekerjaan rumah literasi keuangan di Nusa Tenggara Timur. Di usia 15 tahun, Otoritas Jasa Keuangan yang lahir pada 22 November 2011, memang tidak hanya mengawasi bank dan pasar modal, tetapi juga memastikan lapak sekecil milik Mama Vallo melek keuangan.

Hal itu yang coba dijawab OJK di NTT melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD).

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Kepala Kantor OJK Provinsi NTT Yan Jimmy Hendrik Simarmata dalam edukasi UMKM di Labuan Bajo, Kamis (18/6/2026), mengatakan literasi keuangan menjadi bekal penting bagi pelaku UMKM.

Baca Juga :  Begini Kronologi Penemuan Mayat Warga Malaka Berjenis Kelamin Laki-laki Di Hutan Jati

“Dengan pemahaman keuangan yang baik, pelaku UMKM dapat lebih bijak dalam mengambil keputusan, memilih layanan keuangan, dan mengelola usahanya,” kata Yan Jimmy.

Edukasi itu dipertegas di Fortuna Convention Hall, Tambolaka, Sumba Barat Daya, Senin (21/9/2026), agar pelaku UMKM mampu menata keuangan usaha, memperoleh pembiayaan yang legal dan tepat, serta menghindari rentenir dan pinjol ilegal.

Baca Juga :  Jadi Contoh Baik, Wawali Catatkan Pernikahan di Dukcapil Kota Kupang Sesuai Prosedur 

Program TPAKD yang dikoordinasikan OJK inilah yang menjadi jawaban. Berdasarkan data OJK, program utama TPAKD meliputi:

1. Program Pengembangan Ekonomi Daerah (PED): Mendorong aliansi strategis sektor riil dan lembaga jasa keuangan dengan fokus sektor unggulan lokal seperti agrikultur, ekonomi kreatif, pariwisata, dan UMKM melalui sistem closed-loop ecosystem.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com

+ Gabung