Daerah  

Hari Keadilan Ekologis, Sandiang Kaya Ndapa Namung: Jangan Wariskan Air Mata, Jaga Ruang Hidup Rakyat

Avatar photo
Reporter : Ivan Wuran
IMG 20260920 WA0001
Salah satu orator muda, Sandiang Kaya Ndapa Namung, menegaskan Hari Keadilan Ekologis tidak boleh berhenti sebagai seremoni tahunan. Menurutnya, kerusakan ekologis adalah krisis kemanusiaan.//Foto.dok.WALHI NTT

“Sebagai generasi muda, tentu kami tidak menolak pembangunan. Tetapi kami menolak pembangunan yang mengancam rakyat dan membuat alam rusak. Pembangunan harus memberikan manfaat tanpa mengorbankan lingkungan dan generasi yang akan datang,” ujarnya.

_Desak Pembangunan Berkelanjutan_

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Menurut Sandiang, hutan, laut, tanah, dan mata air tidak bisa dipandang semata sebagai komoditas ekonomi. Bagi masyarakat di akar rumput, sumber daya alam adalah pondasi kehidupan.

Baca Juga :  Bupati Kupang Apresiasi Kejati NTT Luncurkan Program Jaga Desa

Ia menekankan, masyarakat yang hidup di sekitar hutan, pesisir, dan lingkar tambang harus dilibatkan secara bermakna dalam setiap pengambilan keputusan yang menyangkut ruang hidup mereka.

“Jangan sampai atas nama pembangunan, masyarakat kehilangan ruang hidupnya. Jangan sampai hari ini kita mengejar keuntungan, tetapi anak cucu kita justru menerima kerusakan,” katanya.

Sandiang juga mengajak generasi muda di NTT untuk tidak menjadi penonton. Ia mendorong anak muda terlibat aktif dalam edukasi lingkungan, advokasi, pengawasan kebijakan, dan menyampaikan kritik konstruktif terhadap kebijakan yang berpotensi merugikan masyarakat.

Baca Juga :  Kapolda NTT Turun ke Sikka, Pastikan Penanganan Gempa Berjalan Maksimal

“Kami tidak ingin mewariskan kerusakan kepada anak cucu. Kami ingin mereka tetap memiliki hutan, laut, tanah, dan mata air yang menopang kehidupan. Jangan sampai yang kita wariskan bukan mata air, tetapi air mata,” pungkasnya.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com

+ Gabung