Karena itu, hadirnya Sekretaris Daerah definitif di tengah masa tanggap darurat menjadi bagian penting dalam memperkuat konsolidasi pemerintahan.
Sekda memiliki peran strategis dalam membantu Gubernur mengoordinasikan perangkat daerah, memastikan kebijakan berjalan, serta menjaga kesinambungan pelayanan publik.
Di tengah duka dan perjuangan masyarakat menghadapi gempa Flores, Pemerintah Provinsi NTT memastikan dua hal berjalan beriringan, mempercepat penanganan bencana sekaligus menjaga roda birokrasi dan pelayanan kepada masyarakat tetap bergerak.
Dalam sambutannya, Gubernur Melki mengajak seluruh tamu undangan mengheningkan cipta dan memanjatkan doa bagi korban bencana gempa bumi di Pulau Flores.
Ia mengatakan gempa berkekuatan 7,7 SR yang terjadi pada 15 Agustus 2026 telah meninggalkan duka mendalam bagi NTT.
“Berdasarkan pemutakhiran data BNPB, tercatat 105 saudara kita meninggal dunia dan 1.673 orang mengalami luka-luka. Sekitar 180.000 warga masih berada di pengungsian, sementara puluhan ribu rumah mengalami kerusakan. Hingga hari ini, 28 Agustus 2026, BMKG masih mencatat 7.492 gempa susulan, dengan magnitudo terbesar mencapai 6,2,” ujar Gubernur.
Di tengah situasi tersebut, Gubernur menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terus memberikan bantuan dan bekerja bersama membantu masyarakat terdampak.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












