Daerah  

Gius Berkisah, Mariana Menangis: Lahan Kering di Solor Jadi Sumber Penghidupan

Avatar photo
Reporter : redaksi Editor: redaksi
IMG 20260829 WA0214

Di hadapan Bupati, Plt Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Yosep Sadi Open, Kepala Dinas PUPR Johanes Brechmans Tukan, Plt Camat Solor Barat Andreas Keban, Kades Nuhalolon Markus Keray, dan para penyuluh pertanian, Mariana Wele Tukan tak kuasa menahan haru.

Sekretaris Kelompok Tani Ole Wura itu tetap melanjutkan ceritanya. Suaranya sesekali tersendat oleh tangis ketika menceritakan perubahan yang mereka alami sejak sumur bor hadir di kawasan tersebut.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

“Sebelumnya kami susah mendapatkan uang. Kadang satu bulan kami tidak mendapatkan seribu rupiah pun,” tuturnya.

Baca Juga :  Pos Aplal Satgas Yonkav 6/Naga Karimata Bantu Masyarakat Bangun Rumah Pastor

“Dengan kehadiran sumur boor dan lahan pertanian ini, kami sangat bangga dan berterima kasih kepada Ama Bupati, telah mendukung kami pada lahan yang kering lahan yang berbatu-batu,” lanjut Mariana.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para penyuluh pertanian yang terus mendampingi petani dalam mengolah lahan pertanian selama ini.

“Dengan dukungnya Ibu Petronela serta rekan-rekan penyuluh, mereka sangat mendukungkan bagaimana mengolah tanah yang bebatu ini dan dapat menghasilkan tanaman yang subur dan berbuah pada saat ini,” katanya.

Baca Juga :  Plt. Dirut Bank NTT Sebut Agenda Utama RUPS LB: KUB, SHA, dan Rotasi Kepengurusan

Mariana mengungkapkan hasil pertanian mulai dirasakan oleh anggota kelompoknya. Pendapatan yang diperoleh dari penjualan hasil panen telah dibagikan kepada para anggota.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com

+ Gabung