Daerah  

Gius Berkisah, Mariana Menangis: Lahan Kering di Solor Jadi Sumber Penghidupan

Avatar photo
Reporter : redaksi Editor: redaksi
IMG 20260829 WA0214

Ia mengaku sebelumnya petani belum memahami teknik pengendalian hama yang efektif. Setelah mengikuti magang, mereka belajar membuat dan menerapkan pestisida nabati sehingga tanaman dapat tumbuh lebih baik.

Selain itu, para petani juga memperoleh pengetahuan mengenai pola tanam, jarak tanam, persemaian hingga teknik pemupukan yang tepat.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

“Iya, berbeda. Lalu cara tanam dengan jaraknya. Lalu persemaiyan. Mulai dari persemaiyan itu juga. Lalu cara untuk pengolahan sih saya rasa bahwa biasa, tetapi cara tanam, lalu bagaimana benih itu bisa bertumbuh baik itu kita mulai dari proses pemupukan sampai pada pengendalian hama,” ungkapnya.

Baca Juga :  Gubernur Melki Ikuti Upacara HUT RI dan Serahkan Remisi bagi Warga Binaan di LPKA Kupang 

Dari berbagai pengalaman yang diperoleh selama magang, teknik sambung pucuk menjadi hal yang paling berkesan bagi Gius. Namun teknik tersebut belum dapat diterapkan karena ketersediaan terung hutan sebagai batang bawah masih terbatas di wilayah mereka.

Pada Kamis (27/8/2026) siang itu, Bupati Flores Timur Antonius Doni Dihen menyambangi para petani di Kawasan tersebut, usai meresmikan sumur bor di Desa Tanah Werang, Kecamatan Solor Timur.

Baca Juga :  Ngintip Besaran Gaji 10 Instansi Pusat yang Sepi Peminat Jadi PNS

Menjelang sore, suasana di kawasan pertanian semakin hangat. Sambil menikmati kopi bersama para petani, Bupati Flores Timur mendengarkan berbagai cerita dan harapan yang disampaikan para petani.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com

+ Gabung