Fraksi Gerindra juga mendukung alokasi anggaran sebesar Rp150 miliar secara bertahap untuk memperkuat modal Bank NTT.
Anggaran ini akan dicairkan dalam beberapa tahap agar tidak membebani APBD sekaligus.
“Kita sebagai pemegang saham pengendali harus memberikan kontribusi nyata untuk stabilitas Bank NTT. Dengan saldo inti yang lebih kuat, kita dapat memastikan Bank NTT tetap survive dan tumbuh menjadi bank yang lebih besar,” tambahnya.
Sipriyadin juga mengapresiasi kinerja manajemen Bank NTT yang dinilai berhasil menjaga profitabilitas meski di tengah tekanan regulasi.
Namun, ia menegaskan bahwa keputusan strategis terkait pengelolaan bank adalah tanggung jawab penuh Gubernur terpilih dan pemerintah daerah.
“Jika kinerjanya baik, tentu kita mendukung. Tapi keputusan akhir soal direksi atau kebijakan strategis lainnya tetap menjadi hak pemegang saham utama, yaitu gubernur dan jajaran pemerintah daerah,” jelasnya.
Dalam konteks ini, Sipriyadin juga menyinggung pentingnya Peraturan Daerah (Perda) yang menjadi dasar kebijakan modal inti.
Ia berharap seluruh pihak, termasuk DPRD dan pemerintah daerah, mendukung langkah strategis ini demi keberlanjutan Bank NTT sebagai pilar ekonomi NTT.
Dengan langkah-langkah strategis ini, diharapkan Bank NTT mampu terus berkembang dan berkontribusi untuk kemajuan NTT sebagai bank kebanggaan masyarakat lokal.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












