Daerah  

Fernando Soares Dukung BGN Tutup Dapur Tak Layak di NTT

Avatar photo
IMG 20251021 WA0137

Meski demikian, Fernando Soares menyoroti pentingnya sinergi antara program BGN dan sektor UMKM, petani, serta peternak lokal agar manfaat ekonomi program dapur gizi juga dirasakan masyarakat NTT.

Ia menjelaskan bahwa investor hanya bertanggung jawab pada pembangunan fisik dapur, sedangkan pengelolaan bahan baku dan operasional dapur sepenuhnya dilakukan oleh BGN.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

“Investor hanya membangun fisiknya, tidak ikut mengelola. Jadi, peran petani dan peternak lokal harus diperkuat agar bisa menjadi pemasok utama bahan baku dapur-dapur BGN,” ujarnya.

Baca Juga :  Gubernur Melki Laka Lena Umumkan Direksi dan Komisaris Baru Bank NTT

Fernando mengingatkan bahwa pemerintah daerah perlu proaktif membantu pelaku usaha kecil dan petani agar mampu memenuhi kebutuhan pasokan pangan berkualitas untuk program nasional tersebut.

“Kalau petani kita tidak siap, yang untung nanti justru daerah lain. Maka kita harus siapkan SDM dan dukungan alat pertanian sejak sekarang,” tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Fernando Soares juga menyebut bahwa DPRD NTT terus mendorong dinas pertanian dan UMKM di tingkat kabupaten agar memperkuat kolaborasi.

Baca Juga :  Lowongan Kerja PT Bank Mandiri (Persero) Tbk: Peluang Karir di Perbankan Terdepan Indonesia

“Kemarin kami di Kabupaten Kupang menyerahkan bantuan alsintan kepada petani. Kami tekankan pentingnya memanfaatkan bantuan ini untuk mendukung program gizi nasional,” tambahnya.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com

+ Gabung