Gubernur mengutip sebuah ungkapan Latin, “Non Lapidibus Tantum, Sed Fide Aedificatur Ecclesia,” yang berarti gereja tidak dibangun hanya dengan batu, tetapi dengan iman.
Menurutnya, setiap batu yang tersusun dalam bangunan Gereja St. Mikhael Bitefa menyimpan cerita tentang doa, pengorbanan, keringat, air mata, kemurahan hati, serta iman dan harapan umat kepada Tuhan.
“Karena itu, ketika kita memandang gereja ini, jangan hanya melihat kemegahan bangunannya. Lihatlah di balik batu-batunya terdapat wajah orang-orang yang telah berjuang. Ingatlah tangan-tangan yang pernah bekerja dan kenanglah mereka yang telah memberikan apa yang mereka miliki,” katanya.
Lebih lanjut, Gubernur berharap Gereja St. Mikhael Bitefa tidak hanya menjadi tempat peribadatan dan pembinaan spiritual, tetapi juga hadir sebagai mercusuar kehidupan masyarakat.
Menurutnya, gereja dapat mengambil peran dalam memperkuat keluarga dan pendidikan dengan mendukung Program Jam Belajar, kehidupan ekonomi dengan mendukung One Village One Product (OVOP), pembentukan karakter, kerukunan, serta masa depan generasi muda.
Diakhir sambutannya Gubernur menegaskan, Gereja St. Mikhael Bitefa diharapkan menjadi rumah iman yang hidup, rumah persaudaraan, rumah pelayanan, sekaligus mercusuar yang memberikan arah dan harapan bagi masyarakat.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












