Dolfus juga menekankan pentingnya konservasi hutan dan vegetasi untuk menangkap air hujan agar tidak langsung terbuang ke laut, mengingat karakteristik geografi NTT yang dekat dengan laut dan minim resapan air.
“Tanpa upaya konservasi seperti penanaman pohon, air hujan yang turun akan cepat hilang, padahal ini adalah berkat dari Tuhan. Pohon adalah perekat tanah dan penyimpan air. Kita harus menyelamatkan air sebelum terbuang,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Dolfus juga meminta dukungan politik dan anggaran dari DPR untuk langkah-langkah rehabilitasi spesifik yang sesuai dengan kondisi NTT,. mengingat pola kegiatan yang umum seringkali tidak cocok dengan kebutuhan daerah kepulauan seperti NTT.
Sementara itu, Usman Husin menegaskan komitmennya untuk mendorong pemanfaatan lahan tidur milik Kementerian Kehutanan agar bisa digunakan sebagai lahan produktif, terutama di wilayah Dapil II NTT yang memiliki lahan kehutanan paling luas.
“Saya sedang menunggu surat resmi dari Kepala BPDAS terkait lokasi-lokasi mana saja yang bisa dimanfaatkan sebagai lahan produktif. Ini penting agar masyarakat bisa menikmati langsung manfaatnya,” tegas Usman.
Ia juga menambahkan, banyak lahan yang sebenarnya bisa dijadikan lahan pertanian produktif, namun belum tersentuh karena belum ada kebijakan yang mengarah ke sana secara konkret.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












