“Kalau kita kehilangan akar, kita akan kehilangan arah. Budaya adalah guru kehidupan dan fondasi karakter,” ujarnya.
Kepada para peserta didik, Serena membagikan kisah pribadinya yang tidak selalu berprestasi secara akademik saat kecil.
Ia mengingatkan bahwa nilai bukanlah segalanya. “Masa depan tidak hanya dibangun oleh mereka yang paling pintar, tetapi oleh mereka yang punya karakter, keberanian, dan ketekunan. Jangan berhenti bermimpi,” pesannya, disambut antusias para siswa.
Mengakhiri sambutannya, ia mengajak seluruh pihak menjadikan momentum Hardiknas sebagai komitmen bersama untuk menghadirkan pendidikan yang inklusif, berkeadilan, dan bermakna.
“Dari Fatukoa hari ini, kita berharap lahir cahaya-cahaya harapan bagi Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, dan Indonesia,” tandasnya.
(*/ran)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












