Daerah  

Audiensi DPRD NTT dan Tidal Bridge Bahas Listrik Laut Flores Timur

Avatar photo
IMG 20251021 WA0147

Namun demikian, Latif mengungkapkan masih ada kendala administratif yang menghambat realisasi proyek, terutama karena belum adanya kesepakatan dengan PLN.

“Begitu akan tanda tangan dokumen, mereka menolak. Padahal secara teknis dan finansial, semua sudah siap. Dalam hitungan bulan proyek ini bisa selesai,” ungkapnya.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Wakil Ketua DPRD NTT, Fernando Soares dari Fraksi Gerindra, mendorong agar Tidal Bridge Indonesia menyusun skema bisnis yang dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi NTT.

Baca Juga :  Bobby Lianto Dipastikan Pimpin PTI NTT Dorong Pertanian Modern

“Manfaat proyek ini jangan hanya dirasakan masyarakat Flores Timur. Kita butuh kontribusi nyata bagi PAD agar APBD kita bisa meningkat,” tegas Fernando.

Hal serupa disampaikan oleh Muhammad Ansor dari Fraksi Golkar, yang menilai proyek ini seharusnya memberi dampak ekonomi luas hingga ke wilayah lain di NTT.

“Masyarakat di Sumba dan Sabu juga harus mendapat manfaat. Kalau proyek ini berhasil, PAD kita pasti naik,” katanya.

Baca Juga :  Gubernur NTT Dorong Pendidikan Berbasis Potensi Daerah Lewat Program OSOP

Dari perspektif berbeda, Marselinus Anggur Ngganggus dari Fraksi PKB, berpendapat bahwa proyek strategis seperti ini sebaiknya difinalisasi terlebih dahulu di tingkat pemerintah pusat.

“Supaya tidak ada perbedaan sikap antara pimpinan dan bawahan. Pemerintah pusat harus dulu menyetujui, baru daerah menyesuaikan,” ujarnya.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com

+ Gabung