KR – Aksi mogok dilakukan oleh belasan sopir Bus Lintas Batas Indonesia–Timor Leste (ALBN) milik PT. Bagong Dekaka Makmur di Terminal Transit Bimoku, Kupang pada Kamis (23/10/2025).
Para sopir menuntut keadilan atas pelanggaran hak-hak dasar tenaga kerja dan dugaan pengabaian standar keselamatan kerja oleh pihak perusahaan.
Perwakilan sopir, Emanuel Yoseph, mengungkapkan kepada fajartimor.com bahwa selama hampir tiga tahun mereka bekerja dalam sistem kemitraan yang dinilai tidak adil.
“Awalnya dijanjikan gaji Rp5 juta dan uang makan, tapi kenyataannya kami hanya dibayar Rp125 ribu per trip. Pulang-pergi Kupang–Dili hanya Rp250 ribu dengan jam kerja hingga 12 jam per hari,” ujar Emanuel.
Para sopir menuntut perubahan status dari mitra menjadi karyawan tetap, agar mendapatkan jaminan hukum dan kesejahteraan yang layak.
Penumpang Dialihkan ke Bus DAMRI
Akibat aksi mogok tersebut, penumpang rute Kupang–Dili terpaksa dialihkan ke bus DAMRI milik Dinas Perhubungan NTT.
Salah satu penumpang, Maria (45), mengaku kecewa karena gagal berangkat dengan bus Bagong yang terkenal dengan pelayanan baik, namun memahami alasan di balik aksi tersebut.
“Kami kecewa tapi juga paham. Sopir butuh keadilan dan keselamatan kerja,” ujarnya.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
Baca Juga
Rekomendasi untuk kamu

KR – Suasana hangat penuh kebersamaan terasa dalam acara halal bihalal komunitas Minangkabau yang digelar…

KR – Emanuel Melkiades Laka Lena menegaskan bahwa praktik politik tanpa pijakan filsafat berisiko kehilangan arah,…

KR – Emanuel Melkiades Laka Lena menegaskan pentingnya perubahan arah pendidikan di Nusa Tenggara Timur (NTT)…









