Menurutnya, keterwakilan perempuan dalam parlemen sangatlah penting. Selain memenuhi hak politik, juga dapat lebih optimal dalam memperjuangkan kesetaraan gender. Selain itu, Ia berpendapat bahwa Pendidikan haruslah diutamakan terlebih dahulu.
“Kalau pendidikan itu merata dan baik, maka segala urusan terkait pembangunan akan secara otomatis membaik pula,”tegasnya.
Ia mengaku, bergabung ke dalam dunia politik benar- benar baru bagi dia sehingga tentulah tidaklah mudah. Menurutnya, masuk ke dalam dunia politik sama saja terjun ke medan perang karena yang dilalui tak semulus Calon legislatif (Caleg) laki-laki. Meski begitu, sambungnya, perempuan hadir di Politik bukan sebagai pelengkap.
“Perempuan kalau jadi politisi tidak perlu harus jadi seperti seorang laki – laki, tetap jadi wanita yang lembut dan penuh cinta karena disitulah letak kekuatan seorang perempuan”, katanya.
Banyak dari mereka harus bergulat sejak dalam ranah domestik, menghadapi tantangan kultural, struktural, tantangan sistem politik, tantangan tradisional, dan tantangan sosio- ekonomi.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












