Ia menyoroti berbagai fenomena yang saat ini mulai mengkhawatirkan di ruang digital, seperti penyebaran hoaks, maraknya konten berbahaya di kalangan pelajar, kecanduan gadget dan media sosial, hingga meningkatnya gangguan kesehatan mental pada remaja dan generasi muda.
Karena itu, Pemerintah Provinsi NTT secara resmi menghadirkan Siber Sehat NTT sebagai gerakan edukasi dan literasi digital yang menyasar pelajar, mahasiswa, guru, orang tua, tenaga pendidik, dan masyarakat umum.
Menurut Gubernur, program ini bukan sekadar program teknologi, tetapi gerakan sosial dan gerakan pendidikan yang bertujuan meningkatkan kecerdasan digital masyarakat, melindungi masyarakat dari konten berbahaya, serta mendorong penggunaan teknologi yang sehat, produktif, dan bertanggung jawab.
Melki juga menekankan bahwa pembangunan ekosistem digital yang sehat harus dimulai dari tiga ruang utama kehidupan masyarakat, yakni keluarga, sekolah, dan lingkungan sosial.
Ia mengajak para orang tua untuk lebih aktif mendampingi penggunaan gadget anak-anak di rumah, sekolah untuk memperkuat pendidikan karakter dan kedisiplinan digital, serta tokoh masyarakat, tokoh agama, komunitas, dan para content creator lokal untuk ikut mengambil peran dalam gerakan ini.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
