Sementara itu, interaksi dengan Piet Tallo lebih sering terjadi, baik di lapangan, di ruang kerja, maupun saat kunjungannya ke Pos Kupang.
Salah satu momen yang membekas adalah ketika Tony bertanya tentang refleksi Tallo atas 25 tahun perjalanan kariernya dalam pemerintahan.
Tallo terdiam sejenak, lalu dengan mata berkaca-kaca ia mengungkapkan rasa syukurnya atas anugerah yang diterimanya.
Dengan Frans Lebu Raya, hubungan Tony terjalin sejak sebelum ia menjabat sebagai gubernur.
Keduanya sempat berjalan bersama dalam kondisi ekonomi yang masih sulit. Namun, seiring waktu, Lebu Raya menunjukkan ketajaman politiknya yang mengantarkannya menjadi gubernur selama dua periode.
Percakapan mereka sering kali membahas politik, dan Tony menyaksikan bagaimana Lebu Raya berusaha keras untuk membangun NTT melalui jalur kekuasaan yang ia raih.
Pengalaman dengan Viktor Bungtilu Laiskodat berbeda.
Tony tidak pernah mewawancarainya secara langsung, tetapi melalui kunjungan kerja ke Flores dan Sumba, ia melihat sosok Viktor sebagai pemimpin yang tegas dan visioner.
Bahkan, dalam sebuah pidato di Manggarai, Viktor menggunakan istilah ‘epistemologi’, yang menunjukkan bahwa ia banyak membaca dan belajar, termasuk dalam bidang filsafat.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












