Opini  

Masihkah PKH Menjawab Harapan Warga Miskin di Kota Kupang

Avatar photo
WhatsApp Image 2025 05 08 at 09.05.24
Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

KR – Program Keluarga Harapan (PKH) terus menjadi sandaran bagi ribuan keluarga miskin di Kota Kupang, salah satu daerah dengan angka kemiskinan tertinggi di Indonesia.

Namun di balik rutinitas penyaluran bantuan, muncul pertanyaan krusial: apakah PKH benar-benar mampu mengubah nasib keluarga miskin?

Data BPS Kota Kupang (2023) mencatat tingkat kemiskinan di kota ini mencapai 18,12%, jauh di atas rata-rata nasional yang hanya 9,36%.

Bahkan, 19.615 kepala keluarga tercatat dalam kategori kemiskinan ekstrem menurut Kemenko PMK. Ini berarti hampir satu dari lima keluarga di ibu kota Nusa Tenggara Timur masih berjuang untuk sekadar memenuhi kebutuhan dasar.

Baca Juga :  Perjalanan Wartawan Senior Tony Kleden Bersama Enam Gubernur di NTT

Bahkan, sebanyak 19.615 kepala keluarga (KK) masuk kategori kemiskinan ekstrem menurut data Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK). Artinya, hampir satu dari lima keluarga di ibu kota provinsi NTT ini masih berjuang memenuhi kebutuhan paling dasar.

Dalam situasi ini, PKH hadir sebagai bantalan sosial. Menurut Dinas Sosial Kota Kupang, per November 2023 tercatat 11.766 KK sebagai penerima aktif.

Baca Juga :  Kisah Dani dan Sang Ratu Buaya

Program ini memberikan bantuan tunai bersyarat yang jumlahnya bervariasi: mulai dari Rp900 ribu per tahun untuk anak SD hingga Rp3 juta untuk ibu hamil dan balita. Tujuannya jelas: menjaga anak tetap sekolah, ibu hamil tetap periksa, dan keluarga tetap punya akses pada layanan dasar.