Sang Ratu memberikan sebuah sisik buaya yang berkilauan, dengan janji bahwa sisik itu akan berubah menjadi emas dalam waktu 30 hari.
Setelah 30 hari, sisik buaya tersebut benar-benar berubah menjadi sebatang emas murni. Dengan emas itu, Dani membangun rumah baru untuk ibunya dan memulai usaha kecil-kecilan.
Setiap malam Jumat Kliwon, ia kembali ke sungai untuk menemui sang Ratu dan menerima sisik buaya baru.
Kehidupan Dani perlahan berubah. Tetangga yang dulu meremehkannya mulai menghormatinya.
Namun, Dani menjaga rahasia asal kekayaannya dengan rapat. Ia merasa bahwa kekayaan ini adalah berkah dari kebaikan hatinya di masa lalu.
Seiring waktu, Dani mulai merasa sombong. Ia melupakan janji kepada sang Ratu dan mulai absen dari pertemuan malam Jumat Kliwon. Ia juga mencoba menghubungi Anita, mantan istrinya, dan berusaha rujuk dengannya.
Namun, pada suatu malam Jumat Kliwon, Dani yang sedang menikmati waktu bersama Anita dan ibu mertuanya dikejutkan oleh suara gemuruh.
Seekor buaya raksasa dengan kulit bersisik emas muncul di rumahnya. “Kau melanggar janji, Dani,” suara sang Ratu bergema. Dalam sekejap, buaya itu mencengkeram kaki Dani, meninggalkan luka parah sebelum menghilang.
Dani dilarikan ke rumah sakit. Biaya pengobatan yang mahal menguras seluruh hartanya. Rumah dan aset-asetnya terpaksa dijual untuk menutupi biaya perawatan. Ia kembali hidup miskin, dengan kaki yang pincang sebagai pengingat atas kesalahannya.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
