Mungkin sebagian orang berharap Messi menutup karier dengan Piala Dunia 2026. Seperti film dengan akhir sempurna.
Tetapi kehidupan tidak selalu menulis cerita seperti itu. Kadang seorang legenda harus pergi setelah kalah.
Kadang seorang pahlawan harus meninggalkan lapangan dengan kepala tertunduk. Namun justru di situlah keindahan kisah Messi.
Ia mengajarkan bahwa kemenangan bukan hanya tentang berapa banyak trofi yang diangkat.
Kemenangan juga tentang berapa kali kita mampu bangkit setelah jatuh.
Messi pernah gagal. Pernah dicemooh. Pernah kalah di final. Pernah meninggalkan tim nasional.
Lalu kembali. Berjuang. Dan akhirnya memenangkan hampir semua yang dahulu terasa mustahil.
*Dari Bocah Ajaib, Menjadi Sejarah*
Lebih dari 20 tahun. Dari seorang anak yang pertama kali memakai seragam Argentina. Menjadi kapten yang membawa negaranya menjuarai: Copa America 2021. Piala Dunia 2022.
Copa America 2024. Dan membawa Argentina kembali ke final Piala Dunia 2026.
Ia tidak memenangkan semuanya. Dan mungkin justru itu yang membuat kisahnya manusiawi. Sebab legenda bukanlah manusia yang tidak pernah kalah.
Legenda adalah manusia yang berkali-kali jatuh, tetapi memilih untuk berdiri lagi.
Kini nomor 10 itu telah meninggalkan panggung.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
